OJK Watch Desak Bareskrim Segera Kuliti Peran Yossi Istanto

Selasa, 10 September 2019, 03:34 WIB
Laporan: Diki Trianto

Gedung BTN/Net

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri didesak untuk segera membereskan kasus dugaan pembobolan dana nasabah Bank BTN sebesar Rp 250 miliar. Salah satu yang perlu ditelisik adalah dugaan keterlibatan Direktur Legal Bank BTN Yossi Istanto.

"OJK Watch mendesak Bareskrim untuk mengusut peran Yossi Istanto dalam banyak kasus di BTN dan agar tidak ragu-ragu segera menetapkan sebagai tersangka," kata Koordinator OJK Watch, Andri Maulana dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (10/9).

Bareskrim sendiri melalui Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Ditipideksus) Bareskrim Polri sudah memeriksa Yossi dalam kasus tersebut. Atas dasar itu, Andri meminta Menteri BUMN, Rini Soemarno segera menonaktifkan Yossi.

"OJK harus segera mengirim surat pada Menteri BUMN untuk menonaktifan Yossi Istanto karena diduga telah melakukan pelanggaran integritas kategori berat," pungkasnya.

Setidaknya, ada empat nasabah yang dananya diduga dibobol. Mereka adalah Surya Artha Nusantara Finance (SAN Finance), PT Asuransi Jiwa Mega Indonesia (AJMI) dan PT. Asuransi Umum Mega (AUM), serta PT Global Index Investindo.

Kasus ini berawal dari salah satu perusahaan tersebut ingin mencairkan dana, namun pihak BTN mengkonfirmasi bahwa penempatan deposito dana mereka tidak terdaftar.

Pihak BTN memberitahukan dana tersebut terdaftar sebagai nasabah rekening giro dan sudah dilakukan penarikan dana. Pelaku diduga menjalankan modus mengajukan penawaran menempatkan dana pada BTN dengan bunga sesuai pasaran kepada korban.

Terkait kasus itu, Corporate Secretary BTN, Achmad Chaerul menegaskan peristiwa dugaan pemalsuan bilyet deposito sebelumnya telah diputus oleh Pengadilan dan telah berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde).

"Pengadilan telah menjatuhkan vonis hukuman kepada pelaku komplotan di luar Bank BTN dan oknum pejabat dan pegawai yang terlibat," ujar Achmad Chaerul.

Ia pun menyebut Bank BTN sejauh ini telah responsif dan turut membantu menyelamatkan dana nasabah. Buktinya, pihaknya telah melaporkan terduga komplotan kejahatan perbankan ke Polda Metro Jaya pada saat itu berdasarkan Laporan Polisi Nomor: TBL/5738/XI/2016/PMJ/Dit.Reskrimsus tanggal 21 November 2016.

Tak hanya itu, BTN pun telah membentuk cadangan risiko operasional yang telah disampaikan dalam laporan keuangan audit tahun 2016.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

Kamis, 19 September 2019
Video

Kata TB Ace Hasan Syadzily Soal Stok Kader Golkar

Sabtu, 21 September 2019
Video

Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja

Sabtu, 21 September 2019