Suap BHS, KPK Panggil Empat Petinggi Angkasa Pura II

Selasa, 13 Agustus 2019, 11:54 WIB
Laporan: Faisal Aristama

Jurubicara KPK Febri Diansyah/Net

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil sedikitnya empat orang saksi terkait kasus dugaan suap pengadaan pekerjaan Baggage Handling System (BHS) pada PT Angkasa Pura Propertindo yang dilaksanakan oleh PT Industri Telekomunikasi Indonesia tahun 2019.

Empat saksi itu adalah petinggi PT Angkasa Pura II (Persero), Vice President of Proc and Log Asistance Agus Herlambang, Vice President of Legal and Compliance Ivone Cleara, Vice President of Corporate Financial Control Irma Yelly, dan Vice President of Corporate Financial Control Mulyadi.

"Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AYA (Andra Y Agussalam, Direktur Keuangan AP II)," kata Jurubicara KPK Febri Diansyah dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (13/8).

Dalam kasus ini, Andra diduga menerima suap dari salah seorang staf PT INTI bernama Taswin Nur sekitar 96.700 dolar Singapura atau setara dengan Rp 994.259.730,00 dari nilai proyek sebesar Rp. 86 miliar.

Uang itu dipergunakan untuk pengadaan proyek BHS untuk enam bandara di Indonesia yang akan digarap oleh PT Angkasa Pura II.

KPK juga masih menelisik dugaan keterlibatan petinggi PT Angkasa Pura II dan PT INTI. Hal itu disinyalir dari penetapan tersangka seorang staf PT INTI yakni Taswin.

Andra yang diduga berperan sebagai penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11‎ UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Kolom Komentar


Video

Terlibat Penyelundupan Harley Davidson, Direktur Utama Garuda Dicopot Paksa

Kamis, 05 Desember 2019
Video

BMKG, Hujan di Jawa Tengah Belum Merata

Jumat, 06 Desember 2019
Video

Ari Askhara Lebay, Tampil ala Bung Karno Berdiri di Mobil Klasik

Jumat, 06 Desember 2019