Kronologi OTT Gubernur Kepri Nurdin Basirun

Basariah Pandjaitan saat jumpa pers/RMOL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau (Kepri) pada Rabu (10/7).

OTT ini berkaitan dengan dugaan suap izin proyek reklamasi dan dugaan penerimaan gratifikasi terkait jabatan Kepala Daerah di Kepulauan Riau (Kepri).

Sebanyak tujuh orang berhasil ditangkap KPK. Mereka di antaranya, Gubernur Kepri Nurdin Basirun (NBA), Kadis Kelautan dan Perikanan Edy Sofyan (EDS), Kabid Perikanan Tangkap Budi Hartono (BUH) dan pihak swasta, Abu Bakar (ABK).

Kemudian, Kadis Lingkungan Hidup Kepri berinisial NWN, dan dua orang staf di Dinas Kelautan Perikana‎n, yakni inisial MSL dan ARA.

"Dalam kegiatan tangkap tangan kemarin Rabu (10/7), KPK mengamankan 7 orang," kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan saat jumpa pers di Media Center KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/7).

Dia menguraikan bahwa OTT berawal saat tim KPK mendapat informasi akan ada penyerahan uang di Pelabuhan Sri Bintan Tanjung Pinang.

Tim KPK kemudian bergerak cepat dan mendapati benar ada dugaan penyerahan uang.

"KPK mengamankan ABK pihak swasta di Pelabuhan Sri Bintan, Tanjung Pinang sekitar pukul 13.30 WIB," jelas Basaria.

Kemudian secara paralel, tim KPK yang lain bergerak secara bersamaan dan berhasil mengamankan Budi Hartono. Dia ditangkap oleh tim KPK saat hendak keluar area pelabuhan.

Dari tangan Budi, KPK mengamankan uang sejumlah 6.000 dolar Singapura.

"Kemudian KPK membawa ABK dan BUH ke Kepolisian Resor Tanjung Pinang, untuk pemeriksaan lanjutan," ujar Basaria.

Saat di Mapolres Tanjung Pinang, KPK meminta dua orang staf Dinas Kelautan Perikanan, yaitu MSL dan ARA untuk menghadap guna dilakukan pemeriksaan.

Tim juga mengamankan Gubernur Nurdin di rumah dinasnya sekitar pukul 19.30 WIB. Nurdin ditangkap bersama ‎Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kepri NWN.

"Dari sebuah tas di rumah NBA (Nurdin Basirun), KPK mengamankan uang sejumlah 43.942 dolar Singapura, 5.303 dolar Amerika, ‎lima euro, 407 ringgit Malaysia, 500 riyal, serta Rp 132.610.000," tutur Basaria.

Tim KPK kemudian membawa Nurdin dan NWN ke Mapolres Tanjungpinang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Seusai diperiksa, tujuh orang yang diamankan di Mapolres Tanjungpinang itu dibawa ke gedung KPK.

Setelah dilakukan gelar perkara, KPK akhirnya menetapkan empat sebagai tersangka kasus dugaan suap izin prinsip dan lokasi proyek reklamasi pulau pulau kecil di Kepri tahun 2018-2019. Mereka adalah Nurdin Basirun, Edy Sofyan, Budi Hartono, dan Abu Bakar.

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan empat orang tersangka, yakni NBA, EDS, BUH, dan ABK," demikian Basaria.

Kolom Komentar


Artikel Lainnya

Rachmat Yasin Diduga Minta Gratifikasi Tanah Yang Akan Dibangun Pondok Pesantren
Hukum

Rachmat Yasin Diduga Minta G..

14 Agustus 2020 03:59
KPK Akui Sempat Tunda Penahanan Rachmat Yasin Karena Akan Gelar Hajatan Nikah
Hukum

KPK Akui Sempat Tunda Penaha..

14 Agustus 2020 02:54
Sidang Jiwasraya, Ahli Asuransi Sebut Direksi Punya Wewenang Ubah Pedoman Investasi
Hukum

Sidang Jiwasraya, Ahli Asura..

14 Agustus 2020 00:28
Eks Bupati Rachmat Yasin Diduga Sunat Anggaran SKPD Rp 8,9 M Untuk Kampanye Pilkada Bogor
Hukum

Eks Bupati Rachmat Yasin Did..

13 Agustus 2020 23:57
Penyitaan Aset Kasus Jiwasraya Kembali Diprotes Saksi
Hukum

Penyitaan Aset Kasus Jiwasra..

13 Agustus 2020 23:33
Diduga Terima Gratifikasi, KPK Tahan Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin
Hukum

Diduga Terima Gratifikasi, K..

13 Agustus 2020 20:39
Buntut Dugaan Pemerasan Oleh Oknum Jaksa, KPK Periksa 63 Kepala SMPN Di Riau
Hukum

Buntut Dugaan Pemerasan Oleh..

13 Agustus 2020 17:18
Tidak Berpolitik Usai Bebas Murni, Nazaruddin: Fokus Mengejar Akhirat
Hukum

Tidak Berpolitik Usai Bebas ..

13 Agustus 2020 15:53