Menag Lukman Ngaku Uang Rp 180 Juta Plus 30 Ribu Dolar Didapat Dari Pejabat Kedutaan Arab Saudi

Sidangan kasus suap jual beli jabatan Kemenag/RMOL

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mengakui uang sebesar Rp 180 juta dan 30 ribu dollar AS di laci meja kerjaanya beberapa waktu lalu didapatkan dari dua orang pejabat Kedutaan Besar Saudi Arabia dari keluarga Amirrul Sulton saat acara MTQ Intenasional yang digelar di Indonesia.

Adapun, kedua pejabat Kedubes Arab Saudi itu adalah Kepala Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Syeikh Ibrahim bin Sulaiman Alnughaimshi dan Kepala Atase Bidang Keagamaan, Syaikh Saad Bin Husein An Namasi.

"Dari pemberian, dari seseorang panitia terkait dengan kegiatan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) internasional, dimana Indonesia menjadi tuan rumahnya. Lalu dia (syeikh) menyerahkan uang itu di ruang kerja saya," ujar Menag Lukman saat ditanya Jaksa KPK Abdul Basir di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (26/6).

Lukman mengaku, awalnya dia sempat menolak pemberian uang dari syeikh Arab pada pertengahan 2018 silam. Namun, akhirnya terpaksa diterimanya karena Syeikh yang meminta agar digunakan untuk kegiatan bakti sosial.

"Awalnya saya tidak terima, tapi dia mengatakan ini bentuk hadiah yang karena saya tidak boleh menerima itu, maka yasudah kata dia berikan saja ke Khoiriyah, kegiatan kebaikan, untuk kegiatan bakti sosial," kata Lukman.

Mendengar pengakuan Menag, Jaksa KPK pun mewanti-wanti bahwa kesaksian Lukman ini akan berimbas pada hubungan Indonesia dan Arab Saudi jika kesaksiannya tak terbukti.

"Keterangan Saudara ini bisa mempengaruhi hubungan bilateral kedua negara," kata Jaksa Basir.

Untuk diketahui, uang Rp 180 juta dan 30 ribu dollar AS merupakan uang yang disita saat penyidik KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan OTT) politisi PPP, Romahurmuziy alias Romi terkait suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag).

Awalnya, Menag Lukman mengaku uang tersebut didapatkan dari tiga sumber, yaitu operasional menteri, honorarium, dan perjalanan dinas Kemenag. Namun hal itu justru berbeda keterangan saat di persidangan.

"Uang-uang di laci meja saya itu adalah akumulasi dari 3 sumber penerimaan yang resmi yang saya dapatkan. Pertama, dana operasional menteri. Kedua adalah sisa dari honorarium yang saya dapatkan. Ketiga adalah sisa dari perjalanan dinas saya. Jadi 3 sumber itulah saya simpan di laci meja kerja saya," ucap Lukman.  
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Diperiksa 2,5 Jam, Daning Saraswati Kembali Bungkam Pada Wartawan
Hukum

Diperiksa 2,5 Jam, Daning Sa..

01 Maret 2021 13:45
Mantan Caleg Gerindra Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Benur Edhy Prabowo
Hukum

Mantan Caleg Gerindra Diperi..

01 Maret 2021 11:43
KPK: Daning Saraswati Dipanggil Jadi Saksi Kasus Bansos Untuk Matheus Joko Santoso
Hukum

KPK: Daning Saraswati Dipang..

01 Maret 2021 11:23
Kembali Sambangi Gedung KPK, Untuk Keempat Kalinya Daning Saraswati Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Bansos?
Hukum

Kembali Sambangi Gedung KPK,..

01 Maret 2021 11:11
Gerbang Indonesia Timur, KPK Diminta Periksa Seluruh Proyek Di Sulsel
Hukum

Gerbang Indonesia Timur, KPK..

01 Maret 2021 02:53
Akan Hadiri Pemakaman Artidjo, Firli Bahuri: Lokasinya Masih Menunggu Keputusan Keluarga
Hukum

Akan Hadiri Pemakaman Artidj..

28 Februari 2021 19:00
Haris Azhar: Negara Harus Beri Perhatian Khusus Terhadap Kelompok Mafia Tanah
Hukum

Haris Azhar: Negara Harus Be..

28 Februari 2021 17:54
Artidjo Di Mata KPK: Tokoh Hukum Nasional Yang Penuh Integritas
Hukum

Artidjo Di Mata KPK: Tokoh H..

28 Februari 2021 15:50