Agustus, BPK Akan Recovery Asset Milik Robert Tantular Di London

Anggota I BPK Agung Firman Sampurna/RMOL

Badan Pengawas Keuangan (BPK) menyebut pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemkumham) akan meng-covery aset dari pelaku tindakan korupsi.

Hal itu disampaikan Anggota I BPK Agung Firman Sampurna usai memberikan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Kemkumham atas laporan anggaran 2018, di kantor Kemkumham, Kuningan, Jakarta Selatan (Jaksel), Selasa (18/6).

Salah satu aset yang diambil adalah milik Mantan Bos Bank Century, Robert Tantular. Pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan aparat hukum di negara-negara terkait untuk pengambilan aset yang dimaksud.

"Dalam waktu dekat ini sangat bersejarah kita melakukan recovery asset dari pelaku tindak pidana korupsi, dan kami melakukan komunikasi beberapa kali dengan jaksa dan aparat di London, Hongkong," tuturnya.

Adanya Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan dari tersangka, sebut Agung, sempat menghambat proses recovery. Namun dengan ditolaknya PK, diperkirakan aset tersebut akan kembali pada bulan Agustus.

"Tetapi karena upaya PK sudah ditolak, jadi sudah selesai. Maka dalam bulan Agustus ini mudah-mudahaan bisa kembali ke kita, angkanya itu kurang lebih sekitar Rp 100 miliaran," lanjutnya.

Upaya ini kata dia telah dilakukan sejak dari tiga minggu, dan pihaknya akan menjemput aset sebesar Rp 165,88 miliar pada Agustus mendatang ke London.

"Bulan Agustus kita akan melakukan recovery asset dari Robert Tantular ya Bank Century, angkanya sekitar 100 miliar saya tepatnya lupa. Upaya itu sudah kita tempuh dari tiga minggu lalu sudah mendapatkan titik terang, mudah-mudahan bulan Agustus nanti kita akan datang ke London dan mengambilnya untuk menjadi milik Republik Indonesia," tuturnya

Agung menegaskan, pihaknya akan terus mengejar semua aset dari hasil tindak korupsi di manapun berada.

"Kalau Anda melakukan tindak pidana korupsi kita akan kejar di mana pun, tidak ada lagi tempat bagi para pelaku tindak pidana korupsi untuk menyembunyikan asetnya, dan itu satu upaya baik dan penting diapresiasi dan disampaikan," tegasnya.
EDITOR:

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Diperiksa 2,5 Jam, Daning Saraswati Kembali Bungkam Pada Wartawan
Hukum

Diperiksa 2,5 Jam, Daning Sa..

01 Maret 2021 13:45
Mantan Caleg Gerindra Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Benur Edhy Prabowo
Hukum

Mantan Caleg Gerindra Diperi..

01 Maret 2021 11:43
KPK: Daning Saraswati Dipanggil Jadi Saksi Kasus Bansos Untuk Matheus Joko Santoso
Hukum

KPK: Daning Saraswati Dipang..

01 Maret 2021 11:23
Kembali Sambangi Gedung KPK, Untuk Keempat Kalinya Daning Saraswati Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Bansos?
Hukum

Kembali Sambangi Gedung KPK,..

01 Maret 2021 11:11
Gerbang Indonesia Timur, KPK Diminta Periksa Seluruh Proyek Di Sulsel
Hukum

Gerbang Indonesia Timur, KPK..

01 Maret 2021 02:53
Akan Hadiri Pemakaman Artidjo, Firli Bahuri: Lokasinya Masih Menunggu Keputusan Keluarga
Hukum

Akan Hadiri Pemakaman Artidj..

28 Februari 2021 19:00
Haris Azhar: Negara Harus Beri Perhatian Khusus Terhadap Kelompok Mafia Tanah
Hukum

Haris Azhar: Negara Harus Be..

28 Februari 2021 17:54
Artidjo Di Mata KPK: Tokoh Hukum Nasional Yang Penuh Integritas
Hukum

Artidjo Di Mata KPK: Tokoh H..

28 Februari 2021 15:50