Iwan Bilang Kivlan Zen Jadi Target Pembunuhan, Tapi Usai Ditangkap Berubah

Iwan alias HK/Net

Kesaksian Iwan alias HK, tersangka makar yang mengaku berperan sebagai eksekutor pembunuhan empat pajabat negara dan seorang pemimpin lembaga survei dinilai aneh.

Pengacara mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen, Muhammad Yunti menilai keterangan Iwan yang mengaku mendapat uang dari kliennya untuk melakukan pembunuhan adalah bohong.

"Sampai sejauh ini, menurut Pak Kivlan bohong. Seperti yang dikatakan Pak Kivlan kepada kami itu bohong semua," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Senin (17/6).

Iwan, kata Yunti, telah memutarbalikkan fakta yang ada. Yunti mengakui Iwan memang pernah bertemu dengan Kivlan Zen. Tapi kala itu, Iwan datang untuk memberi kabar bahwa Kivlan menjadi target pembunuhan.

Iwan bahkan menyebut Badan Intelijen Negara (BIN) sebagai dalang dari percobaan pembunuhan tersebut.

"Iwan datang mengatakan pada Pak Kivlan, dia bilang bapak mau dibunuh oleh orang ini nanti melalui BIN, begini begini, eksekusinya begini," urai Yunti.

Namun demikian, usai ditangkap Iwan justru memberi kesaksian yang berbeda. Seolah-olah Iwan mendapat uang dari Kivlan Zen untuk rencana pembunuhan.

"Bulan Mei kemarin ditangkap tahu-tahu, tiba-tiba berubah ceritanya. Kok Pak Kivlan (disebut) yang mau menyuruh untuk membunuh orang itu," paparnya.

Atas alasan itu, Yunti mendesak adanya gelar perkara kasus yang membelit kliennya agar menjadi terang benderang. Tidak seperti saat ini, banyak spekulasi yang bermunculan di masyarakat. Khususnya mengenai dugaan makar yang berujung pada upaya pembunuhan pejabat negara.

"Sebenarnya apa sih yang terjadi? Jadi ini perlu kepastian, masyarakat nggak berspekulasi dan kami berharap juga penyidik, hasil penyidikan belum matang sudah diekspos ke publik," tandasnya.

Kolom Komentar


Video

#KamiMasihAda Pemkot Fasilitasi Launching Album 30 Musisi Semarang

Kamis, 24 September 2020
Video

Tanya Jawab Cak Ulung - Ancaman dan Peluang Pilkada

Kamis, 24 September 2020

Artikel Lainnya

Perusahaan BUMN Dalam Korupsi Proyek Jembatan Di Kabupaten Kampar Rugikan Keuangan Negara Rp 50 M
Hukum

Perusahaan BUMN Dalam Korups..

30 September 2020 03:27
Hary Prasetyo Akui Ada Praktek Window Dressing Laporan Keuangan Jiwasraya
Hukum

Hary Prasetyo Akui Ada Prakt..

29 September 2020 23:28
KPK Kembali Perpanjang Masa Tahanan 6 Tersangka Suap APBD Jambi
Hukum

KPK Kembali Perpanjang Masa ..

29 September 2020 21:46
Kasus Korupsi Proyek Jembatan Di Kampar Riau Terungkap, KPK Tahan Dua Tersangka
Hukum

Kasus Korupsi Proyek Jembata..

29 September 2020 19:22
Berkas Lengkap, Eks Sekretaris MA Nurhadi Dan Menantunya Diserahkan Ke JPU KPK
Hukum

Berkas Lengkap, Eks Sekretar..

29 September 2020 18:13
Jampidsus Persilakan JPU Dan Hakim Panggil ST Burhanuddin Dan Hatta Ali
Hukum

Jampidsus Persilakan JPU Dan..

29 September 2020 09:59
Bupati Kutim Ismunandar Dkk Tetap Ditahan Di Rutan KPK Hingga 30 Hari Ke Depan
Hukum

Bupati Kutim Ismunandar Dkk ..

29 September 2020 02:35
Maafkan Tersangka, Ahok Akhirnya Cabut Laporan Polisi Kasus Pencemaran Nama Baik
Hukum

Maafkan Tersangka, Ahok Akhi..

28 September 2020 22:20