Polri: Kopassus Tidak Menerima Informasi Penyerahan Senjata Soenarko Dari Aceh

Mayjen TNI (Purn) Soenarko/Net

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) disebut belum pernah menerima informasi terkait penerimaan senjata api yang dikirim oleh Mayjen TNI (Purn) Soenarko.

Hal itu disampaikan Kasubdit I Dirtipidum Bareskrim Polri, Kombes Daddy Hartadi berkaitan dengan pengakuan Soenarko yang hendak menyerahkan senjata kepada Kopassus.

"Kami melakukan pencarian informasi secara tertulis kepada satuan Kopassus. Kamis sudah mendapatkan jawaban secara tertulis bahwasannya satuan Kopassus sampai dengan sekarang belum pernah menerima pemberitahuan terkait senjata tersebut akan diserahkan kepada satuan Kopassus. Jadi informasi tersebut tidak benar," kata Kombes Daddy di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (11/6).

Sebelumnya Daddy menjelaskan, penemuan senjata api tersebut bermula dari penangkapan seorang berinisial Z di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang. Berdasarkan hasil penyidikan, senjata milik Soenarko ini merupakan sitaan dari kelompok Gerakan Aceh Merdeka (GAM) saat masih aktif di TNI dan disimpan Soenarko sejak 1 September 2011 lalu.

Kemudian untuk dikirimkan ke Jakarta, Soenarko menitipkan senjata itu kepada seorang warga sipil berinisial HR, sekaligus sebagai sopir Soenarko dan disimpan di mobil miliknya.

Sebelum pemungutan suara Pemilu 2019, HR kemudian meminta bantuan untuk membuatkan surat 'security item' dimana senjata itu dikirimkan Jakarta melalui bantuan seseorang berinisial B dengan menggunakan nama Kabinda Aceh.
 
"Security item bisa dikeluarkan apabila senjata api tersebut memang sah asal-usulnya. Karena senpi ini tidak ada surat-suratnya, maka saudara B membuatkan surat keterangan palsu atas nama Kabinda Aceh," beber Daddy.

Surat palsu itu ditandatangani oleh dengan nama S selaku Kabinda Aceh. Padahal, S sudah tak lagi menjabat sebagai Kabinda Aceh.
 
"Kemudian surat dan senpi itu diinformasikan oleh saudara B kepada saudara SA yang jadi protokol di Bandara Soetta melalui hubungan telepon bahwa senjata itu milik tersangka S (Soenarko), dan diminta mengambil security item agar dapat mengambil di maskapai penerbangan di saudara SA," tutur Daddy.

Selanjutnya, SA dan Z ditangkap aparat Badan Intelijen Strategis (Bais) Polri di Bandara Soekarno-Hatta yang kemudian diserahkan kepada Puspom TNI.

"Pada saat itu juga oleh BAIS diamankan," tandas Daddy.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

"Indonesia" karya Jaya Suprana oleh Pentaboyz

Rabu, 01 Juli 2020

Artikel Lainnya

Firli Bahuri Benarkan Ada OTT KPK Malam Ini
Hukum

Firli Bahuri Benarkan Ada OT..

02 Juli 2020 23:24
Tabrak UU, Badan Penyelenggara Produk Halal Digugat Ke PTUN
Hukum

Tabrak UU, Badan Penyelengga..

02 Juli 2020 23:18
Perlahan Tapi Pasti, Pelaku Pembobolan Jiwasraya Mulai Terungkap
Hukum

Perlahan Tapi Pasti, Pelaku ..

02 Juli 2020 21:18
Jaksa KPK Ungkap Ada Sosok Penyandang Dana Selain Harun Masiku
Hukum

Jaksa KPK Ungkap Ada Sosok P..

02 Juli 2020 21:15
Saat Bersaksi, Donny Tri Istiqomah Akui Pernah Bertemu Harun Masiku Dan Diberi Duit Rp 100 Juta
Hukum

Saat Bersaksi, Donny Tri Ist..

02 Juli 2020 19:27
Donny Tri Istiqomah Sebut Hasto Kristiyanto Tak Setuju Saeful Bahri Temui Riezky Aprilia Di Singapura
Hukum

Donny Tri Istiqomah Sebut Ha..

02 Juli 2020 17:36
Seharusnya Tim Novel Baswedan Ajukan Keberatan Di Awal Sidang, Bukan Ke Ombudsman
Hukum

Seharusnya Tim Novel Basweda..

02 Juli 2020 15:52
Perkara Penerimaan Uang Seleksi Calon Anggota KPU Papua Barat, Sepupu Wahyu Setiawan Akui Ada Transfer Rp 500 Juta
Hukum

Perkara Penerimaan Uang Sele..

02 Juli 2020 14:14