KPK Pastikan Usut Dugaan Korupsi Pemilihan Rektor Kampus

Rabu, 15 Mei 2019, 15:26 WIB
Laporan: Faisal Aristama

Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief/Net

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku banyak menerima laporan dugaan korupsi di institusi pendidikan. Khususnya dugaan korupsi sektor pendidikan kerap terjadi pada saat pemilihan rektor universitas yang rentan dengan praktik suap.

Begitu kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief kepada wartawan di Gedung KPK Lama C-1, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/5).

"KPK memang banyak mendapatkan laporan bahwa sistem pemilihan rektor itu mempunyai potensi-potensi korupsi seperti itu," kata Laode.

Ia menjelaskan, potensi korupsi pada pemilihan rektor itu disinyalir adanya sistem kuota. Selain itu, aturan 30 persen yang dimiliki menteri itu kerap disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Jadi di Kemenristekdikti itu kan ada kuota yang diberikan Menteri itu suaranya 30 persen, itu biasanya bisa disalahgunakan," ungkap Laode.

Lebih lanjut, Laode menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan yang diterima dari masyarakat terkait potensi jual beli rektor yang potensinya tidak hanya terjadi di Kemenristekdikti tetapi juga di Kementerian Agama.

"Dua-duanya baik itu kemendikti maupun Kementerian Agama ada. Itu ditindaklanjuti," pungkas Laode.
EDITOR: DIKI TRIANTO

Kolom Komentar


Video

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

Kamis, 08 Agustus 2019
Video

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Jumat, 09 Agustus 2019
Video

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Rabu, 14 Agustus 2019