Periksa Wakil Walikota Malang, KPK Dalami Aliran Dana Pada RAPD 2015

Selasa, 23 April 2019, 06:25 WIB | Laporan: Faisal Aristama

Febri Diansyah/Net

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggali keterangan dari Wakil Walikota Malang Sutiaji sebagai saksi untuk Sekda Kota Malang periode 2014-2016, Cipto Wiyono alias CWI terkait dugaan aliran dana pada pembahasan APBD Perubahan Pemkot Malang TA 2015.

"KPK tentu mendalami apa yang diketahui terkait proses pembahasan APBD Malang tahun 2015 yang menjadi pokok perkara. Diduga aliran dana atau bahkan permintaan dari sejumlah anggota DPRD Malang itu terjadi," kata Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan Jakarta, Senin (22/4).

Dalam kasus korupsi massal terkait pembahasan APBD Perubahan Pemerintah Kota Malang TA 2015 ini, KPK telah menetapkan sedikitnya 41 tersangka di antaranya mantan Ketua DPRD Kota Malang, Moch Arief Wicaksono dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Kota Malang, Jarot Edy Sulistyono. Arief diduga menerima suap Rp 700 juta dari Edy untuk pembahasan APBD Perubahan Kota Malang tersebut.

Teranyar, KPK juga menetapkan tersangka baru yakni Cipto Wiyono alias (CWI) selaku Sekretaris Daerah Kota Malang.

Cipto selaku Sekda Kota Malang periode 2014-2016 bersama-sama mantan Bupati Kota Malang Moch Anton dan Kepala Dinas PUPR Kota Malang, Jarot Edy Sulistyono memberikan janji berupa hadiah terkait pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Kota Malang melalui Ketua DPRD Kota Malang Arief Wicaksono dan kawan-kawannya.

Atas perbuatan yang dilakukan Sekda Kota Malang Cipto Wiyono, dia disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kolom Komentar


loading