Cak Nun Pimpin Berzikir Dan Baca Ayat Kursi Di Peringatan 2 Tahun Teror Novel

Jumat, 12 April 2019, 08:39 WIB | Laporan: Faisal Aristama

Emha Ainun Najib/RM

Peringatan dua tahun tragedi penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan menggelar acara sarasehan budaya yang diisi oleh sejumlah tokoh dan seniman seperti Emha Ainun Najib atau lebih akrab disapa Cak Nun dan presenter kondang Najwa Shihab.

Acara sarasehan budaya digelar di pelataran gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis malam (11/4) yang dihadiri ratusan mahasiswa, pekerja termasuk pegawai lembaga antirasuah.

Dalam acara tersebut, Cak Nun mengaku siap dilibatkan dalam penuntasan kasus Novel. Sebab, kata dia, perkara Novel adalah cambuk bagi pemberantasan korupsi.

"Kebenaran itu ada yang wajib disampaikan. Misalnya kebenaran mengenai kasusnya Novel Baswedan, harus diperjelas, harus dituntaskan," kata Cak Nun.

"Kalau saya dibutuhkan desakan-desakan. Ini malam, ini sudah merupakan desakan besar terhadap pemerintah atau kepada siapa pun saja. Saya ini disuruh apa? Kira-kira nanti dalam bentuk apa? sehingga Anda dan kita semua sudah menjadi satu kesatuan berkaitan dengan perjuangan ini," kata ayah dari vokalis Letto, Sabrang Mowo Damar Panuluh atau disapa Noe, ini.

Menurut Cak Nun, penuntasan kasus Novel juga memerlukan desakan spiritual. Makanya Cak Nun mengajak bersama-sama berzikir.

"Kita akan pakai zikir dengan (Hizib Nasr). Mari bersama-sama kita baca ayat Kursi untuk mendukung bahwa kita semua bersama KPK. KPK selalu ditemani kita semua," kata Cak Nun.

"Untuk yang bukan Islam, jangan merasa tertekan karena Islam di Indonesia bukan hanya untuk Islam tapi untuk Indonesia. Mari berdoa untuk yang bukan Islam berdoalah meminta dengan caranya masing-masing," imbuhnya.

Tapi, Cak Nun berpesan agar tidak membenci pelaku penyiraman Novel. 

Kolom Komentar