Ternyata 400 Ribu Amplop "Serangan Fajar" Baru Dibuka Acak, Ketua KPK Janji Akan Buka Semuanya

Jumat, 29 Maret 2019, 19:18 WIB | Laporan: Faisal Aristama

Ketua KPK Agus Rahardjo/RMOL

. Ketua KPK Agus Rahardjo memastikan amplop "serangan fajar" senilai Rp 8 miliar lebih yang diamankan bersamaan dengan penangkapan calon anggota DPR RI petahana dari Partai Golkar, Bowo Sidik Pangarso, tidak ada simbol tertentu yang mengarah terkait Pilpres 2019.

Namun demikian, pihaknya belum memeriksa secara keseluruhan 84 kardus yang berisi 400 ribu amplop itu. Semua pihak diminta untuk menunggu hasil penyelidikan dari tim KPK.

"Enggak, enggak ada (simbol capres). Saya waktu dilaporin pertama kali enggak ada. Tapi saya tanyakan lagi pada penyidik ya," ujar Agus kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (29/3).

Agus menjelaskan, kemarin pihaknya hanya membuka secara acak dari 84 kardus yang berisikan uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp 20 ribu yang sudah dipacking dalam amplop. Namun, dia memastikan bahwa KPK akan membuka semua kardus-kardus itu untuk mengumumkannya kepada publik.

"Ya kita kemarin membukanya kan random saja, ada yang isinya 20 ribu ada yang isinya 50 ribu, itu secara random aja. Semuanya pasti kita buka," sebutnya.

Lebih lanjut, Agus pun masih merasa heran dengan dengan uang miliaran yang sudah dipacking ke dalam amplop yang siap disebar untuk kepentingan serangan fajar Pemilu 2019.

"Kenapa itu kita bawa? Karena itu juga terkait dengan jumlah uang yang sudah pernah diberikan. Oleh karena itu kita bawa itu ya nanti supaya temen-temen penyidik kemudian membuka kasus ini lebih jelas lagi," tegasnya.

"Karena terus terang kita juga masih bertanya-tanya," imbuh Agus menambahkan.

Banyak desakan agar 400 ribu amplop dalam 84 kardus senilai Rp 8 miliar lebih itu harus dibuka satu per satu. Pasalnya, diduga ada stempel atau cap jempol dalam amplop yang mengarahkan masyarakat untuk pilih capres-cawapres tertentu.

Kolom Komentar


loading