Pencabutan Remisi I Nyoman Susrama Bukti Kehadiran Negara

Sabtu, 09 Februari 2019, 20:26 WIB | Laporan: Hendry Ginting

Ilustrasi/Net

Koordinatoriat Wartawan Parlemen menyambut baik keputusan Presiden Joko Widodo yang mencabut pemberian remisi terhadap I Nyoman Susrama, dalang pembunuhan wartawan Radar Bali AA Gede Bagus Narendra Prabangsa.

"Kami selaku wartawan mengapresiasi keputusan presiden tersebut. Itu artinya negara hadir dan presiden memberikan pesan bahwa kerja jurnalis harus dilindungi dalam upaya memberikan informasi kepada masyarakat," jelas Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen Romdony Setiawan di sela peringatan Hari Pers Nasional 2019 di Surabaya, Sabtu (9/2).

Menurutnya, Hari Pers Nasional harus menjadi momentum semua pihak untuk menghormati profesi wartawan. Dia mengingatkan, jika ada pihak-pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan media massa maka bisa menempuh mekanisme yang tertuang dalam UU Pers.

"Bukan malah dipersekusi, diintimidasi apalagi sampai dibunuh. Semua tahapan klarifikasi sudah tertuang dalam UU Pers 40/1999," jelas Dony.

Selain itu, dia juga menyorot peran wartawan di era banjir informasi. Saat ini, wartawan juga berfungsi meluruskan informasi palsu atau hoax yang perkembangannya semakin mengkhawatirkan.

"Di tahun politik hoax adalah musuh semua pihak. Tak ada keuntungan menyebarkan berita palsu," tegas Dony. [wah] 
Editor:

Kolom Komentar


Video

Futsal 3 X Seminggu Tingkatkan Kecerdasan Otak

Selasa, 16 Juli 2019
Video

Garuda Perlu Tinjau Ulang Aturan Mengambil Foto dan Video

Rabu, 17 Juli 2019
Video

Mulai Panas, Nasdem Sindir PKB

Kamis, 18 Juli 2019