Dua Karyawan PT. Samantaka Dan Seorang Sopir Diperiksa Untuk Idrus Marham

Jumat, 30 November 2018, 10:28 WIB | Laporan: Ahmad Kiflan Wakik

Idrus Marham/RMOL

. Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua karyawan PT. Samantaka berkaitan dengan kasus suap proyek pembangunan PLTU Riau-1.

PT. Samantaka merupakan salah satu konsorsium pelaksana proyek tersebut. Dua karyawan yang dipanggil adalah Security PT. Samantaka, Fredrik Lanitaman dan petugas kebersihan PT. Samantaka, Erry Yudhamiharja.

"Dua saksi bersama satu saksi lainnya akan dimintai keterangan untuk tersangka IM (Idrus Marham)," ujar Jurubicara KPK, Febri Diansyah, Jumat (30/11).

Satu saksi lainnya yang dipanggil penyidik adalah seorang sopir bernama Budi Saputera.

Selain Idrus, dalam kasus ini KPK terlebih dahulu menetapkan tersangka lain yaitu mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih dan pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo selaku pemilik saham Blackgold yang merupakan konsorsium proyek PLTU Riau-1.

Johannes Kotjo disangkakan telah memberikan suap sebesar Rp 4,5 miliar kepada Eni. Suap tersebut diberikan sebagai jatah memenangkan proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Adapun peran Idrus diduga terlibat dalam suksesi kontrak jual beli tenaga listrik atau Power Purchase Agreement PLTU Riau-1 kepada pihak konsorsium. Imbalannya, Idrus diduga menerima jatah sebesar 1,5 juta dolar AS dari Johannes Kotjo. [rus]

Kolom Komentar