Novel Baswedan Juga Pernah Diteror Saat Awal Kasus Reklamasi Mencuat

Rabu, 12 April 2017, 03:43 WIB | Laporan: Muhammad Iqbal

Dahnil-Novel/Net

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan bahwa penyidik KPK Novel Baswedan sudah sering diteror.

Bahkan saat kasus reklamasi mulai mencuat, Novel pernah ditabrak dengan kendaraan sehingga mengalami cedera ringan.

"Ada yang intai rumahnya. Pas ramai kasus reklamasi dulu Novel sempat ditabrak. Tapi cuma cedera ringan. Ketiga kali ditabrak, akhirnya berganti pola keberangkatan (ke KPK) kadang naik taksi online, kadang motor," kata Dahnil usai menjenguk Novel di JEC, Menteng, Jakarta, Selasa, (11/4).

Satu hal yang tidak berubah dari rutinitas Novel Baswedan adalah kegiatan salat subuh berjamaah di masjid.

"Kalau yang lain berubah, shalat subuhnya engak berubah," ujar Dahnil.

Dahnil mengingat betul ucapan Novel kepadanya. Yakni jika tidak karena tauhid dan agama, dia pasti sudah tidak kuat dan berhenti sebagai penyidik KPK.

"Mas kalau orang lain atau yang enggak bertauhid, merawat religius tinggi, pasti berhenti dari KPK. Tuhan itu lebih besar makanya tidak takut," kata Dahnil menirukan ucapan Novel.

"Novel tetap sederhana dan bahagia meskipun dia ada ancaman tidak bisa melihat lagi. Tapi dia tahu kalau Tuhan selalu bersama orang-orang yang berjalan di kebenaran," tandas Dahnil.

Belum lama ini, Dahnil mengerahkan pasukan Kokam ke gedung KPK untuk mengawal agar lembaga anti rasuah tersebut tidak takut mengusut tuntas kasus E-KTP. Novel Baswedan termasuk yang menerima saat itu. [zul]
Editor:

Kolom Komentar